#41 Merinding (Cerita Tentang Sepakbola part.2)

Posted: April 10, 2012 in Uncategorized

Setelah beberapa kali saya merasakan kekecewaan karena tim yang saya bela mengalami kekalahan (terutama kekalahan menyakitkan), saya sebenarnya sadar, football is a game. only ancient creatures who don’t understand how to enjoy the game. tapi sebenarnya sepakbola itu sendiri menyajikan banyak drama, terlepas dari masalah menang atau kalah. dan beberapa drama itulah yang bikin saya kadang merinding dan terngiang saat selesai menontonnya.

Merinding yang pertama, adalah saat pertandingan Final Liga Champions tahun 1999, yang mempertemukan  MU dan Bayern Munchen. kesebelasan Bayern yang saat itu sudah unggul 1-0 melalui tendangan bebas Mario Basler mempunyai peluang di depan mata untuk menjuarai Liga Champions hingga akhirnya MU mampu membalikkan keadaan hanya dalam tempo 2 menit. ya, 2 menit saja. Adalah Teddy Sheringham yang berjasa menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit 90. bahkan replay gol Sheringham belum selesai ditayangkan, MU memperoleh peluang keduanya dengan proses yang sama pula (tendangan pojok oleh David Beckham). bola diumpan kepada (lagi2) Sheringham, bola disundul olehnya ke arah kanan gawang, yang di situ telah berdiri tanpa pengawalan seorang Baby-Face-Assassin, Ole Gunnar Solskjaer dan gol! kedudukan berubah menjadi 1-2 untuk keunggulan MU, hanya dalam waktu 120 detik. sesaat setelah para pemain MU melakukan selebrasi gol kedua, peluit panjang dibunyikan. saya gak membayangkan gimana perasaan para pemain Bayern saat itu.. :’) Pesan moral: jangan menyerah sebelum peluit panjang dibunyikan. semua bisa berubah hanya dalam hitungan detik!

sebuah momen ketika Solskjaer berhasil menggetarkan gawang Bayern pada menit 92

Merinding yang kedua, adalah lagi2 saat Final Liga Champions, tapi tahun 2002 yang mempertemukan Bayer Leverkusen vs Real Madrid. Leverkusen saat itu mengandalkan pemain macam Hans-Jorg Butt, Lucio, Yildiray Basturk, Michael Ballack, dan Ze Roberto. Real saat itu mengandalkan bintang baru mereka, Zinedine Zidane. waktu itu saya agak telat nontonnya, pas Leverkusen tertinggal 1 gol melalui Raul Gonzales. tapi setelah itu Leverkusen tidak menyerah, dan terciptalah gol balasan melalui Lucio. pertandingan terus berlanjut sampai saya melihat sebuah kejadian luar biasa, alias gol yang menurut saya sangat indah. Zinedine Zidane mencetak gol melalui tendangan first time. sungguh, itu gol yang sangat spektakuler! kombinasi antara umpan ciamik, positioning pemain yang tepat, teknik tendangan yang luar biasa, serta keberuntungan. pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk Real. setelah itu, pada musim berikutnya, Bayer Leverkusen nyaris terdegradasi..

sebuah momen sesaat setelah Zidane melepaskan tembakan first time, dan gol!

Merinding ketiga, terjadi pada tahun 2005. lagi dan lagi Final Liga Champions yang mempertemukan Liverpool dan AC Milan. final yang terkenal dengan Miracle of Istanbul tersebut merupakan salah satu final Liga Champion terbaik yang pernah saya tonton. memukau dan menegangkan dengan 6 gol tercipta. tentu saya gak akan lupa, Milan yang sudah unggul 3-0 di babak pertama dapat diimbangi Liverpool pada babak kedua menjadi 3-3. Milan unggul cepat  pada menit pertama lewat sundulan sang kapten Paolo Maldini kemudian ditambah lagi 2 gol oleh Hernan Crespo. skor 3-0 untuk Milan pada babak pertama. saya pikir Milan akan menambah pesta gol mereka di babak kedua. tapi saya pernah mebaca di salah satu tabloid, tentang apa yang Rafael Benitez (pelatih Liverpool) katakan pada saat jeda di kamar ganti pemain Liverpool, “cobalah cetak satu gol saja, kemudian kita lihat apa yang akan terjadi nanti..”. dan benar saja, seakan tanpa beban, Liverpool menghadirkan momen menakjubkan dalam tempo 6 menit! bermula dari aksi Steven Gerrard yang merobek gawang Milan melalui sundulan, momen berlanjut saat Vladimir Smicer mencetak gol dari jarak jauh. mungkin panik, pemain Milan melakukan pelanggaran di kotak penalti. tendangan 12 pas diambil oleh Xabi Alonso, sepakannya mampu ditepis kiper Milan, Dida, tapi bola muntah berhasil diteruskan menjadi gol. 6 menit! skor 3-3. pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti. singkat cerita, 3 penendang Milan gagal mengeksekusi bola, sedangkan hanya satu pemain Liverpool yang gagal. Liverpool akhirnya memenangi trofi Liga Champions kelimanya. Pesan moral: dalam sepakbola, segalanya bisa terjadi.

Miracle of Istanbul. Liverpool juara secara dramatis

lanjut ke Merinding bagian empat. kali ini masih di ajang Liga Champions, tapi terjadi di babak semifinal tahun 2009, mempertemukan Chelsea vs Bacelona di Stamford Bridge. leg pertama di kandang Barca berakhir dengan skor 0-0, dan Barca membutuhkan hasil seri dengan gol, dan Chelsea membutuhkan kemenangan. Chelsea unggul dulu melalui sepakan keras Michael Essien. skor 1-0, dan pertandingan berjalan semakin alot. dalam pertandingan ini, ada seseorang yang sangat berperan terhadap hasil akhir pertandingan. ya, sang wasit, Tom Henning Ovrebo, yang membuat beberapa keputusan yang dirasa merugukan tuan rumah. insiden handsball dan pelanggaran di kotak penalti yang melibatkan Didier Drogba dan Yaya Toure tidak dianggap sebagai pelanggaran. saya masih ingat ketika Ballack mengejar wasit saat pertandingan masih berlangsung. dengan serangkaian kontroversi, Barcelona mampu mencetak gol pada masa injury time melalui Andres Iniesta. Barca lolos ke final. saat pertandingan berakhir, Ovrebo menjadi sasaran amuk pemain tuan rumah. Drogba dan Jose Bosingwa menyerang wasit secara verbal. di tayangan TV terlihat  fans Chelsea menangis, tidak percaya dengan apa yang terjadi. mungkin kalo di indonesia terjadi seperti ini, wasit, isi stadion, dan tim tamu bakalan habis :p Ovrebo kemudian pensiun setelah tidak dipanggil menjadi wasit di Piala Dunia 2010. Psan Moral: wasit juga manusia.

Ballack secara emosional memprotes keputusan wasit Ovrebo

**********************

setelah itu masih banyak lagi kejadian2 di sepakbola yang bikin merinding, tapi percayalah, yang pasti bikin merinding selain ketemu hantu adalah ketika nonton langsung sepakbola di stadion. saya selalu merinding karena merasakan atmosfer suporter.

*nb:

– gambar by mbah google

-video: cari sendiri :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s