#31 Fanatisme dan Idealisme ala Kota Basque: Athletic Club Bilbao

Posted: Januari 8, 2011 in Uncategorized

La Liga Spanyol, liga sepakbola yang katanya salah satu terbaik di dunia (kalo menurut saya malah membosankan karena pertarungan gelar juara hanya diperebutkan oleh Barcelona dan Real Madrid), memiliki sebuah tim yang sangat unik dan membuat saya penasaran, Athletic Club Bilbao atau yang lebih dikenal dengan Athletico Bilbao.

Masyarakat Bilbao termasuk kelompok pertama yang mengenal sepakbola di Spanyol. Sepakbola diperkenalkan dengan dua cara; melalui para pekerja pelabuhan dan pabrik baja asal Inggris, serta dari para mahasiswa Basque yang usai menuntut ilmu di Inggris. Saat itu, Bilbao menjadi pelabuhan utama untuk area industri pertambangan biji besi. Pada 1890-an, kelompok pekerja ini mendirikan Bilbao Football Club. Klub tersebut sering bertanding melawan kelompok mahasiswa, yang belakangan mendirikan Athletic Club pada 1898. Empat tahun kemudian, kedua klub bergabung menjadi Club Vizcaya, yang menjuarai Copa del Rey 1902. Sukses tersebut membawa klub sepakat merger dan menjadi Athletic Club de Bilbao setahun kemudian. Inspirasi juga tertular kepada mahasiswa Basque di Madrid yang mendirikan Athletic Club de Madrid sebagai cabang klub. Pada perkembangannya, cabang klub ibukota itu menjadi klub mandiri bernama Atletico Madrid.

Athletic Bilbao, yang bermarkas di Stadion San Mames, adalah klub tersukses di Spanyol setelah Real Madrid dan Barcelona. Di ajang Copa del Rey, Bilbao memegang rekor sebagai tim kedua yang paling banyak mengoleksi gelar juara. Masa kejayaan di ajang tersebut dimulai pada 1910-an, ketika klub merengkuh trofi tiga tahun berturut-turut, 1914 hingga 1916. Salah satu bintang klub masa itu adalah striker subur Rafael Moreni Aranzadi alias Pichichi, yang kelak namanya dipakai untuk penghargaan topskor liga. Pada 1928, Bilbao menjadi salah satu klub yang memulai digulirkannya Primera Liga Spanyol. Bersama Madrid dan Barcelona pula, Bilbao tak pernah terdegradasi dari top tier hingga saat ini.

Namun, sukses di ajang liga lebih sering dirasakan Bilbao pada periode 1930-an. Setelah menjuarai liga musim kedua, 1929/30, Bilbao mengoleksi tiga gelar tambahan selama 1930-an. Sejak itu pula Bilbao mulai menerapkan kebijakan hanya menggunakan pemain asal Basque dalam skuadnya. Hingga periode 1950-an, pemain asing dibatasi di kompetisi Spanyol sehingga mendorong Madrid dan Barcelona merekrut pemain yang memiliki dwikewarganegaraan. Bilbao bergeming dengan pemain-pemain binaan sendiri, meski sempat melunak pada periode 1990-an dengan mulai terbuka kepada para pemain Spanyol yang lahir atau berkarir di Basque ataupun pemain seperti Bixente Lizarazu, pemain Prancis yang berasal dari kawasan Basque setempat.

Sukses terakhir Bilbao di liga diukir pelatih Javier Clemente selama dua musim beruntun, 1983 dan 1984. Bahkan pada 1984 klub berhasil meraih gelar ganda dengan menyandingkan mahkota liga dengan trofi Copa del Rey. Sukses tersebut belum lagi terulang hingga sekarang dan lemari trofi Bilbao masih terus menantikan koleksi selanjutnya…

*************************

Yang membuat saya penasaran sekaligus kagum adalah kenyataan bahwa klub ini belum pernah terdegradasi dengan hanya mengandalkan pemain yang berasal dari daerahnya sendiri, Basque. Sebenarnya masih ada klub lain di wilayah Basque ini, seperti Real Sociedad, CD Numancia, dan Gimnastic de Tarragona, tapi klub2 itu tenggelam, terutama Numancia dan Tarragona, dan mereka gak punya fans se-fanatik fans Bilbao. Bilbao juga klub yang terkenal menghasilkan banyak pemain handal selain Pichichi, yang saya tau ada Ismael Urzaiz, Joseba Etxeberria, Francisco Javier Yeste, dan yang paling diburu saat ini, Fernando Llorente.

Ismael Urzaiz, sempat menjadi bintang Ajax Amsterdam

 

Joseba Etxeberria, loyalitasnya terhadap klub tak perlu diragukan

 

Francisco Javier Yeste, perannya dalam permainan tim cukup dominan

 

Fernando Llorente, diburu banyak klub besar Eropa

Di tengah hegemoni klub2 besar macam Barcelona dan Real Madrid yang banyak uang dengan membelanjakan pemain2 bintang, Athletic Bilbao adalah pengecualian. Sanggup bertahan di tengah gempuran industri sepakbola dengan mengandalkan semangat para pejuang Basque, saya yakin para pemain Bilbao sangat bangga membela klub nya, klub tanah kelahirannya. Walaupun gak dapat dipungkiri mereka juga akan bangga jika bisa membela klub besar macam Barcelona dan Real Madrid.

Komentar
  1. Alive mengatakan:

    Wah, makasih infonya ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s