#28 Semoga tidak Terlarut dalam Euforia Sesaat…

Posted: Desember 15, 2010 in Uncategorized

Indonesia sudah ambil bagian sejak Piala AFF digulirkan pertama kali, 1996. Saat itu, even yang diikuti oleh negara-negara dari Asia Tenggara ini lebih dikenal dengan nama Piala Tiger. 

Sejak penampilan perdananya, Indonesia belum sekalipun mampu merebut gelar juara. Sebaliknya, sepakbola Indonesia sempat tercoreng oleh aksi tidak sportif yang ditunjukkan para pemain di lapangan saat tampil di Piala Tiger 1998. Hanya karena ingin menghindari tuan rumah Vietnam, timnas Indonesia dan lawannya, Thailand bermain ogah-ogahan. Saat itu, salah seorang pemain timnas berinisial ME menjadi aktor utama karena melakukan gol bunuh diri dengan (sangat) sengaja. Semua yang terlibat dalam insiden yang dikenal sebagai “Sepakbola Gajah” dikenai sanksi. ME sendiri dihukum tidak boleh terlibat dalam even pertandingan internasional seumur hidup. Dalam turnamen ini timnas juga belum meraih gelar juara sekalipun. Paling banter hanya runner-up (2000, 2002, 2004).

Tapi…tahun ini seakan menjadi penampilan paling ciamik Timnas kita selama kurang lebih satu dekade, karena hadirnya muka-muka baru dalam timnas yang menimbulkan gairah baru pula. Ditambah polesan pelatih bertangan dingin yang jarang senyum asal Austria, Alfred Riedl, yang berani menyingkirkan muka-muka lama dan memanggil pemain-pemain muda. Dia menyingkirkan para pemain langganan timnas seperti Boaz Solossa, Ponaryo Astaman, Ismed Sofyan, serta Nova Arianto dan digantikan oleh pemain yang lebih fresh, seperti Kurnia Meiga, Zulkifly, Beny Wahyudi, Nasuha, Yesaya Desnam, Ahmad Bustomi, Okto Maniani, pemain naturalisasi asal Uruguay, Christian Gonzales, dan pemain yang paling bikin histeris kaum hawa, Irfan Bachdim.

Di bawah racikan Alfred Riedl, Timnas berada pada form terbaiknya. Malaysia diganyang 5-1, Laos dilindas hingga 6-0, serta Thailand si “Gajah putih” musti kemas koper terlebih dulu usai dihancurkan 2-1. Bukan hanya kemenangan besar, namun permainan Indonesia kali ini benar-benar ciamik dan berdaya juang tinggi.

***********************

…dan sekarang ini masyarakat kita sedang dilanda demam Timnas Indonesia. Akankah euforia  ini akan terus berlanjut?

Apakah kita mendukung timnas kita hanya saat menang saja? Apakah dukungan ini adalah murni sebagai bentuk nasionalisme kita? Kecintaan terhadap timnas kita? Ataukah hanya kecintaan terhadap satu-dua pemain saja??

Semoga tahun ini Timnas Indonesia menjadi juara. Sudah sejak lama, kami merindukannya.

…dan semoga ini bukan euforia sesaat…..

 

nb: tulisan ini akan di-update bersamaan dengan perjalanan Timnas Indonesia di AFF Cup 2010..insyaallah

UPDATE!!! (16 Desember 2010)

Alhamdulillah, Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Filipina dengan skor 1-0 lewat gol Christian Gonzales. Secara umum permainan timnas sudah bagus, penuh semangat, hanya mungkin kalah postur dengan pemain Filipina yang ke-9 dari 22 pemain merupakan pemain naturalisasi. Semoga lanjut ke final, dan euforia ini terus berlanjut….

UPDATE!!! (19 Desember 2010)

Alhamdulillah, Timnas Indonesia menang lagi atas Filipina dengan skor 1-0 lewat gol cantik Christian Gonzales. Para pemain tampil ngotot walaupun penuh dengan tekanan. Selanjutnya Timnas Indonesia akan menghadapi Malaysia yang pada semifinal mengalahkan Vietnam dengan agregat 2-0. Semoga euforia ini terus berlanjut…

UPDATE!!! (26 Desember 2010)

Antiklimaks! itulah gambaran permainan timnas indonesia di stadion Bukit Jalil. Tampil gak seperti pas babak penyisihan, tampaknya timnas gak terbiasa oleh tekanan suporter lawan. Hasilnya: timnas kalah 0-3… dan euforia terhenti sejenak karena suporter Indonesia selalu terdiam ketika dalam timnas dalam kondisi tertinggal…

UPDATE!!! (29 Desember 2010)

Kemenangan yang diraih ternyata belum cukup untuk membawa timnas indonesia merengkuh juara AFF Cup 2010. Walaupun timnas meraih kemenangan 2-1 lewat gol M. Nasuha dan M. Ridwan dan diwarnai kegagalan Firman Utina mengeksekusi pinalti pada babak pertama yang menurut saya membuat mental Firman drop, timnas masih kalah agregat 2-4 oleh malaysia. Apapun, turnamen ini telah melahirkan juara baru, Malaysia. Congratulation!!

semoga kita semua bukan yang termasuk kategori “suporter karbitan”, yang hanya mendukung sebuah tim hanya saat menang saja. Euforia ini masih terus berlanjut bukan???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s