#14 Analisa Kegagalan dan Kisah yang Saya Tangkap (Review: PD2010)

Posted: Juli 15, 2010 in Uncategorized

Baru saja kita menjadi saksi lahirnya juara baru di turnamen Piala Dunia ketika Spanyol mengalahkan Belanda dengan skor tipis 1-0 berkat gol semata wayang Andres Iniesta di babak perpanjangan waktu. Selamat buat Spanyol, dengan teknik permainan yang ber-skill tinggi namun minim gol, tapi dengan keefektifan itu mampu menaklukkan dunia, walau kali ini masih belum mampu menaklukkan Swiss.

Disertai tentang berbagi cerita yang tidak ada habisnya, seperti bola resmi Piala Dunia “Jabulani” yang dianggap sebagai bola terburuk sepanjang sejarah Piala Dunia hingga kontroversi wasit, Vuvuzela yang menyebabkan yel2 pendukung tidak terdengar sama sekali, dan berbagai hasil pertandingan yang membalikkan prediksi.

Saya mencoba menganalisa kegagalan beberapa tim, terutama tim-tim besar yang secara tradisi mereka adalah tim kuat dan unggulan Piala Dunia, dengan materi pemain berkelas namun itu saja tidak cukup untuk menghadirkan kemenangan.

1. Italia

Yak, sangat miris mengetahui sang juara bertahan tersingkir di babak penyisihan grup. Menurut saya permainan Italia kali ini miskin kreativitas. Peran Andrea Pirlo sebagai pengatur ritme permainan masih belum mampu digantikan oleh Riccardo Montolivo. Begitu pula dengan peran ‘tukang angkut air’ yang biasanya diperankan oleh Gennaro Gattuso yang belum mampu digantikan oleh Danielle De Rossi. Kurang garang. Apalagi Lippi tidak memanggil Antonio Cassano, mungkin ceritanya akan lain. Sumpah, saya mengantuk melihat permainan Italia..

2. Prancis

Permasalahan tim Prancis sangat kompleks menurut saya. Adanya jurang pemisah antara pemain senior dan junior, ketiadaan seorang kapten yang kharismatik, hingga permasalahan internal yang berujung pada didepaknya Nicolas Anelka dan boikot yang dipimpin oleh Patrice Evra. Jurang pemisah ini terlihat ketika para pemain  senior menganggap Yoann Gourcuff (pemain ‘junior’) tidak menghormati mereka (kayak OSPEK aja..). Kemudian dalam permainannya, mereka kehilangan sosok kapten yang kharismatik seperti Zinedine Zidane atau Willy Sagnol, yang perannya tidak mampu digantikan oleh William Gallas maupun Patrice Evra. Mereka juga kehilangan sosok Patrick Viera dan Claude Makelele sebagai breaker permainan lawan.

3. Inggris

Sangat terlihat sekali kekurangan tim ini. Mereka tidak mempunyai kiper berkualitas, absennya Rio Ferdinand, adanya ‘dua matahari’ dalam satu tim (Frank Lampard+Steven Gerrard) hingga mandulnya Wayne Rooney.

4. Portugal

Permainannya terlalu terpusat pada Cristiano Ronaldo. Meskipun mereka sempat menang 7-0, tapi lawan mereka adalah Korea Utara, tim yang sempat tampil baik melawan Brazil (meskipun akhirnya kalah), tapi antiklimaks di pertandingan berikutnya. Dan terlihat sekali permainan mereka sangat mengandalkan CR.

5. Argentina

Tampil baik dari awal turnamen, tak diduga Argentina kalah telak 4-0 oleh Jerman. Walaupun mereka berkualitas, tapi pemain yang mereka bawa tidak merata. Terlalu banyak striker yang mereka bawa; Lionel Messi, Gonzalo Higuain, Carlos Tevez, Kun Aguero, Diego Milito, Angel Di Maria, sampai Martin Palermo menghiasi barisan depan tim Tango. sedangkan untuk lini belakang, mereka malah tidak punya pilihan lain selain Martin Demichelis, Gabriel Heinze, dan Nicolas Otamendi yang angin-anginan.

6. Brazil

Sepertinya pelatih Carlos Dunga terlalu memaksakan Kaka yang permainannya terlihat tidak maksimal. Selain itu Felipe Melo menjadi pecundang di turnamen ini.

7. Ghana

Sepertinya ke-tidak-beruntung-an lah yang memnyebabkan mereka tersingkir. Gagal penalti di akhir babak perpanjangan waktu, dan kalah adu penalti pula..

8. Jerman

Secara permainan, saya menyukai Jerman karena sangat powerful dan ekplosive. Pemain2 muda macam Mesut Ozil dan Thomas Mueller tidak mampu ditandingi oleh Gareth Barry dan John Terry yang lebih berpengalaman. Terlepas dari lawan mereka (Spanyol) yang secara teknik individu pemain lebih unggul, absennya Thomas Mueller mungkin berpengaruh terhadap permainan mereka.

9. Uruguay

Berkurangnya konsentrasi mereka di akhir pertandingan menyebabkan mereka tersingkir.

10. Belanda

Permainan keras menjurus kasar yang diperagakan pemain Belanda belum mampu mengalahkan permainan indah Spanyol. Teknik individu yang mumpuni dari seorang Wesley Sneijder dan Arjen Robben belum mampu membawa Belanda juara dunia.

*************************

Selain cerita kegagalan di atas, PD2010 melahirkan bintang-bintang baru, diantaranya: Karim Ziani (Aljazair), Michael Bradley (AS), Gregory van der Wiel (Belanda), Michael Bastos, Ramires (Brazil), Christian Eriksen (Denmark), Samuel Inkoom, Asamoah Gyan, Kevin Prince Boateng (Ghana), Keisuke Honda (Jepang), Thomas Mueller, Mesut Ozil, Sami Khedira (Jerman), Jong Tae-tse (Korea Utara), Fabio Coentrao (Portugal), Aliaksandr Kolarov, Milos Krasic (Serbia), Marek Hamsik (Slovakia), Jesus Navas, Juan Manuel Mata (Spanyol), Diego Perez, Edinson Cavani, Luis Suarez (Uruguay).

*************************

Diego Forlan & Luis Suarez

Dikutuk oleh Ghana, pahlawan di Uruguay. Tangan Setan, bukan Tangan Tuhan. Aksi Luis Suarez (Ajax Amsterdam) yang menggagalkan gol Ghana dengan tangan menurut saya adalaah aksi paling heroik sepanjang PD2010.

Pemain Terbaik Piala Dunia 2010. Saya sangat setuju Diego Forlan dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen ini. Selain sebagai kapten Uruguay dan inspirator tim, sebagian besar gol yang dicetaknya sangat berkelas, walaupun belum termasuk spektakuler.

Sedangkan gol terbaik menurut saya: Maicon (Brazil 2 – 1 Korea Utara) dan Giovanni van Brockhorst (Belanda 3 – 2 Uruguay)

Sampai jumpa di Brazil 2014…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s