#13 Apakah Lebih Baik Jadi Orang Bodoh?

Posted: Juli 1, 2010 in Uncategorized

Sejak kecil kita dibiasakan untuk belajar. Di masa sekolah (SD-kuliah), anak yang kurang tangkas dalam berhitung, kurang bisa mengaplikasikan rumus, sering dianggap anak bodoh. Dan setiap orangtua pasti menginginkan anaknya masuk dalam kategori ‘pintar’.

Orangtua kadang meng-eksploitasi anaknya dengan kursus ini kursus itu yang menurut saya sebenarnya hanya membuang waktu dan biaya. Kenapa gak dilihat saja, si anak bahagia dalam melakukan apa, kemudian baru setelah itu dikembangkan. Orang tua juga kadang selalu memaksa anaknya untuk ikut les Matematika. Salah seorang tetangga saya memiliki anak usia TK-SD, tapi sudah disuruh les macem-macem. Les Aritmatika, les menggambar, les musik, les renang, les..dan les. Saya bisa melihat raut muka si anak yang ogah2an ketika sudah masuk waktu les, terutama jika si anak tersebut sedang bermain dengan temannya. Dan alasan orangtuanya juga sepertinya masuk akal, “supaya anak saya PINTAR” atau “ingin mengetahui bakat anak di bidang apa”.

Sebenarnya “pintar” itu sebuah anugerah atau memang harus dilatih? Saya lebih suka anak yang “cerdas” daripada “pintar”. Anak pintar tidak selalu cerdas, sedangkan anak cerdas, biasanya pintar. Mungkin seperti itu. Itu bisa saya lihat, sekali lagi, dari raut wajahnya. Jika anak yang memang di atas rata-rata itu sering menunjukkan raut wajah yang cemberut, sulit bergaul, bisa dipastikan itu ‘anak pintar’, sedangkan anak yang memang di atas rata-rata itu biasanya ceria, banyak teman, bisa dipastikan itu ‘anak cerdas’, walaupun terkadang si ‘anak cerdas’ itu bisa menjadi ‘anak bodoh’

Murid yang pintar biasanya adalah tipe yang ngotot dalam belajar, mereka takut kalau tidak bisa mengerjakan ujian, stress jika mendapat nilai buruk. Tipe murid inilah yang biasanya ikut les ini dan itu, karena mau SEMUA pelajarannya mendapat nilai baik. Murid yang bodoh biasanya adalah tipe orang yang masabodoh, mereka tidak terlalu memikirkan akan dapat nilai berapa. Murid tipe ini biasanya mempunyai SESUATU yang sangat mereka sukai dan mereka lebih suka melakukan hal itu daripada belajar.

Di kemudian hari, siapakah yang akan lebih sukses atau kaya dalam kehidupannya? Sukses di sini harus dibedakan dengan kaya. Menjadi kaya berarti mempunyai lebih banyak uang, sedangkan sukses berarti mengerjakan hal yang mereka sukai dan menyukai yang mereka kerjakan, dan orang-orang menghargai apa yang mereka kerjakan. Dalam banyak kasus, banyak murid yang bodoh semasa sekolah dan kuliah menjadi orang yang sukses, dan banyak pula yang menjadi sukses dan kaya. Sedangkan murid yang dulu pintar banyak juga yang menjadi kaya tapi sedikit yang sukses. Banyak kan orang kaya tapi hidupnya gak bahagia? Itu menandakan orang tersebut tidak sukses.

Mengapa demikian ? Karena dari kecil murid yg bodoh sudah terbiasa FOKUS kepada KEKUATAN yg dia miliki, dan tidak terlalu peduli dengan kelemahannya. Sedangkan murid yang pintar biasanya TIDAK FOKUS pada sesuatu, terlebih lagi mereka terbiasa mendahulukan perbaikan pada kelemahan. Ada yang mengatakan, anak yang pintar akan terus belajar untuk MENCARI PEKERJAAN, sedangkan anak bodoh lebih memikirkan BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN UANG.

Saya baru sadar, ukuran sebuah kesuksesan adalah apabila kita bahagia dengan apa yang kita kerjakan, FOKUS pada kelebihan kita. Faktor orangtua dan guru juga sangat berpengaruh, apakah anak atau murid tersebut akan menjadi pintar, cerdas, atau bodoh. Tapi memang BELAJAR ITU PENTING. Jadilah orang bodoh yang pintar daripada jadi orang pintar yang bodoh. Karena orang bodoh (biasanya) berpikir pendek, maka dia bilang resikonya kecil, sehingga dia berusaha agar resikonya benar-benar kecil. Orang pintar biasanya berpikir (terlalu) panjang sehingga dia berpikir tentang resiko yang (terlalu) besar pula, dan tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.

Jadi pilih mana? Menjadi orang pintar atau orang bodoh? Bingung saya. Yang terpenting, saya bahagia dengan apa yang saya kerjakan. Berusaha menemukan LENTERA JIWA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s