#10 B(a/e)nci Kamera

Posted: Juni 24, 2010 in Uncategorized

Narsis adalah sifat umum mayoritas seluruh umat manusia yang ada di seluruh dunia. Dengan adanya HP berkamera dan kamera digital yang praktis, orang bisa foto di mana-mana dan kapan saja untuk dipajang di blog, friendster atau facebook.

Langsung saja, berdasarkan katergori foto Human Interest, manusia dibagi dalam 2 kelompok:

1. BANCI KAMERA

Kenapa disebut ‘banci’? karena banci itu pasti heboh dan suka cari perhatian. Banci kamera dibagi dalam beberapa kelompok:

  • Tipe Standar.

Tipe sadar kamera. Tidak begitu heboh. Ketika ada kamera mengarah, maka secara otomatis kepala mereka akan miring (kiri atau kanan). Kalau arah kamera ada tepat di depan, maka posisi kepala akan berubah kemiringan sekitar 30°-45°. Senyuman manis tentu akan tersungging atau kalo gak bibir agak di-monyong-monyong-kan sedikit, terkadang disertai gaya tangan isyarat dua jari piss (victory), atau gaya metal, atau jari telunjuk tepat di depan bibir. Begitu udah selesai jepret, ya udah, mereka melanjutkan aktivitas sebelumnya yang terhenti. Tipe seperti ini tidak berbahaya dan tidak mengganggu.

  • Tipe Menjengkelkan.

Ini adalah mereka yang gak puas kalau hanya dijepret dalam satu gaya. Biasanya mereka merasa “Loh, tadi akyu diphutu tho?!?, kemudian meminta fotografer untuk mengulangi jepretan. Kadang mereka juga menentukan sendiri lokasi di mana mereka pengin dijepret. Kalau fotografer hunting objek, tipe ini juga ‘hunting’ fotografer; mereka mencari-cari seseorang dengan kamera di tangan (terutama yang megang kamera DSLR). “Sini dong!!! Ayo!!  Potoo! Potoo! POTOOOOO!! Ya? Ya?”.
Masih mending ketika mereka berwajah bening dan photogenic. Sial sekali ketika mereka yang bertampang pas-pasan maksa minta dipoto.  Apalagi yang begitu jepretan selesai dilakukan, kemudian pada BEREBUT untuk melihat hasil poto di LCD kamera. Kalau potonya jelek, mereka akan minta untuk dihapus dan jepretan diulang. Lhah? Kok fotografernya yg disalahkan. Lha yang masang gaya jelek sapa?? Wkwkwk. Kalo sudah puas, mereka pasti berkata, “Mintak file-nya dunkz!!?” atau “aplod aplod pesbuuk!!” . nb: Saya sangat benci tipe yang ini, terutama kalo sudah BEREBUT lihat hasil foto di LCD kamera.

  • Invisible Man/Woman.

Ini adalah tipe manusia yang mengendap-endap di belakang sekumpulan orang (yang sedang dipoto) kemudian ikut-ikutan bergaya. Biasanya hanya ketahuan kalo kita me-review hasil jepretan dari LCD kamera (”Jambol!! Sopo iki!! Ngelek2i foto ae!!?!”) Gaya yang dilakukan biasanya yang aneh-aneh, biasanya menjulurkan lidah ke arah orang di depannya. Sering pula mereka membuat bentuk tanduk dari jari tangan untuk dipasang di kepala orang di depannya. Tapi gak perlu khawatir, yang seperti itu bisa dihilangkan lewat Photoshop..

  • Tipe Pengacau.

Perusak suasana dunia per-fotoan. Gimana nggak, ketika orang-orang sudah siap dengan pose terbaik, tipe ini tiba-tiba datang di detik terakhir.  “Melok!! Meloookkkk!! WOI! AKU MELOOKKKKK!!”. Membuat semua orang mau gak mau harus mengulang senyum dan pose. Yang lebih parah, ketika fotografer bilang “satuu..duaaa…tiiiiii…” tipe ini mendadak datang meloncat tepat di depan lensa, menutupi semua orang yang sudah bergaya atau kadang-kadang langsung meloncat “ngeblek-i” orang yang sudah siap difoto dg pose terbaik sepanjang karir *halah. Saya juga agak benci dengan tipe ini.

Ada cerita lain pada Banci Kamera ini. Tentang seorang teman saya yang ke-narsis-an nya luar biasa. File foto di laptopnya pas saya lihat ada 1000 file lebih. Memang orangnya juga cantik, lumayan lah. Trus saya tawarkan “mau gak jadi model ku buat lomba foto Malang Tempo Doeloe??”. Ya pastinya dia gak nolak. Lhah, pas hari-H saya motret dia, ternyata dia gak bakat jadi model. Kaku abis gayanya. Trus kalo gini apanya yang salah??

2. BENCI KAMERA

Bertolak belakang dengan jenis pertama, Benci Kamera adalah mereka yang terkadang  gak mau atau gak ingin dipotret. Sama seperti yang pertama, jenis ini juga bisa dibagi :

  • Tipe Gak Pede

Ini adalah mereka yang sadar dan merasa tampangnya kurang oke sehingga tidak ikut bergaya ketika ada sesi perpotoan di dekatnya. Kasian. Tapi ya..jepret aja!

  • · Tipe Pemalu.

Sebenarnya mereka ini keren, cakep dan cantik, namun selalu menolak ketika ada yang mau moto atau ada yang mengajak berpose bareng. Kemungkinan besar, dalam sehari-hari mereka adalah seorang pemalu. Minder, nggak pede, takut hasilnya jelek. Ketika lengannya ditarik, dia bener-bener menggelengkan kepala dan bilang, “Tidak! Jangan paksa aku untuk melakukannya!! TIDAAAKKKKK!!!!!”. Jadi untuk tipe ini, lebih baik difoto secara candid/diam-diam, terutama bila mempunyai wajah menarik.

  • Tipe Jual Mahal.

Tipe yang cukup mengesalkan. Mereka memang dianugerahi tampang cakep –tapi ketika ada fotografer yang sangat amatir lewat dan mengarahkan kameranya –mereka berpaling melengos. Paling parah kalau mereka langsung menutup wajahnya, bahkan kepalanya.  Apalagi kalau kamera yang dipakai adalah kamera pocket yang punya resolusi beberapa megapiksel. Untungnya, tipe ini sangat jarang. Jadi, lebih baik, cari objek lain!

  • · Tipe MaluMaluMau

Pada awalnya, mereka sepertinya malu. “Nggak, ah! Males..”. Biasanya mereka ini malu sama fotografernya. Menghindar, atau berpindah tempat ketika spot di sampingnya digunakan sebagai scene perpotoan. Namun, ketika tidak orang mengawasi –dia diam-diam mengeluarkan kamera pocket yang daritadi dibawanya, kemudian memanggil seseorang untuk memoto dirinya bersama entah-siapa gitu.  Kalau gak ada orang, tipe ini melakukan  self-portrait dengan diam-diam –tanpa ada orang yang tau.

Kalau saya sih, lebih suka motret daripada dipotret..Anda?

nb: maaf kalo ternyata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s