#6 selera vs kata hati

Posted: April 30, 2010 in Uncategorized

meskipun terkesan subjektif, saya ingin membandingkan, mengomentari, dan menunjukkan keprihatinan pada musik. khususnya musik indonesia.

coba bandingkan, musik indonesia tahun 90-an dan tahun 2000-an. Menurut saya, sangat jelas. Lagu2 indonesia yang tercipta pada tahun 90-an lebih lama terngiang dan menggema daripada musik tahun 2000-an.  Boleh dibilang tahun 90-an adalah tahun fenomenal di sejarah permusikan indonesia & internasional. Banyak artis baru lahir, langsung mencetak hits dan terkenal. Hal ini tentu saja berkat kehandalan manajemen serta kehadiran MTV yang memutarkan video klip mereka sebagai sarana promosi. Dulu faktor2 itulah yang lebih dominan menentukan sukses tidaknya sebuah grup musik. Bagaimana saya masih ingat band2 indo seperti KLA Project, Wayang, Sheila on 7, Cokelat, Padi, Dewa 19, Stinky (Andre Taulany masih agak cupu  ) dan lain2 di mana aliran pop mulai berjaya. Kemudian pada tahun tersebut boyband-boyband berjaya.  Backstreet Boys, Westlife, Take That, Boyzone, dll mulai bikin klepek2 remaja ABG cewek. Saya juga masih ingat band2 bernama The Corrs, Roxette, Savage Garden, Hanson, The Moffats, The Cranberries, Aerosmith, Duran-Duran, dll dg lagu mereka yang mempunyai karakter.

Semua itu hadir di dalam tahun di mana pergerakan teknologi pada saat itu mulai muncul di Indonesia dan berkembang dengan pesatnya hingga sekarang. Stasiun-stasiun TV swasta pada saat itu saling berlomba untuk menghasilkan program acara TV yang menampilkan deretan tangga lagu terbaik dan video klip terbaik pilihan pemirsa. Tidak ada yang berbeda dengan konsep inovasi program TV seperti sekarang ini, namun on-air programme yang selama ini selalu hadir setiap hari di layar kaca kita dengan menampilkan band-band yang tingkat penjualan RBT (Ring Back Tone)-nya selangit, memiliki nuansa yang berbeda untuk didengar bagi generasi 90-an yang sudah terbiasa sejak kecil mendengarkan alunan lagu yang sarat akan keindahan aransemen beserta lirik lagunya. Ya, tahun 90-an, tahun dimana saya sangat menikmati musik dengan segala melodi dan keindahannya (tsaahhhh..).

Band2 Indonesia tahun 2000-an,terutama dalam 3-4 tahun terakhir, banyak, sangat banyak, sehingga terlalu banyak band2 baru bermunculan. Hanya saja sudah mulai mengalami penurunan kualitas, baik musik maupun liriknya. Mungkin mereka menyuguhkan sesuatu yang lebih mudah dicerna daripada dinikmati keindahannya. Kata seorang teman saya, “Kenapa musik indonesia sekarang lirik dan musiknya sangat sederhana? coba dengarkan, beda band kan beda juga musiknya, tapi kalo coba dimainkan, gak jauh2 dari kunci C Am Dm G ke C lagi. Mungkin, sebagian masyarakat indonesia hidupnya susah, masak mau dikasih musik yang susah dicerna?”. Saya hanya bisa pasrah mendengan statement itu.

Musik Indonesia selalu berkembang setiap saat, tidak heran apabila dengan maraknya kemunculan band-band pendatang baru Indonesia pada saat ini cukup memberikan kontribusi yang besar dan sangat mempengaruhi pergerakan musik terutama musik Indonesia dengan aliran pop-nya yang khas. Lirik-lirik lagu di tahun 90-an akhir yang sebagian besar implisit dan masih terlihat romantisme, keindahan, serta puitisasinya harus tergeser dengan kemunculan lirik-lirik lagu yang saat ini lebih eksplisit dan realistis dengan berkilah: karena lebih mudah dicerna oleh masyarakat.

Jadi menurut saya, perbedaan yang sangat nyata dari musik tahun 90-an dg musik tahun 2000-an, adalah:

musik 90’s: jika sekarang diperdengarkan lagi, kita (atau saya sendiri) akan merasakan nostalgia. Akan terlintas sebuah pertanyaan di kepala yang menunjukkan kerinduan yang amat mendalam terhadap band-band tersebut, “Kapankah kita dapat mendengar lagu-lagu seperti itu lagi?”.

musik 00’s: jika sekarang diperdengarkan lagi, kita (atau saya sendiri) akan mendengarkannya sekali, lalu bosan. apalagi musik tahun 2009-2010. jika diperdengarkan, ok, mungkin enak musiknya. tapi mungkin hanya bertahan satu bulan. lalu kita (atau saya sendiri) akan berkata “bosen ah, ganti!” atau yg paling ekstrim, muntah…wkwkwk(bercanda).

Melodi2 yang dibuat dengan hati dan jujur, akan dikenang dalam waktu yg lama. sedangkan yang dibuat berdasarkan tuntutan pasar, mungkin terdengar indah, tapi kayak pelangi, indah tapi hanya sesaat.

sekali lagi, no offense, selera atau kata hatilah yang berbicara..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s